Minggu, 12 Mei 2019

Hukum Agam Islam Masyarakat

Hukum Agama Islam dalam Masyarakat

Telaah Politik Hukum Islam di Indonesia


Teori penerimaan otoritas hukum diperkenalkan oleh seorang
orientalis Kristen, H.A.R. Gibb dalam bukunya, The Modern Ternds of
Islam, seperti dikutip H. Ichtijanto bahwa orang Islam jika menerima
Islam sebagai agamanya, ia akan menerima otoritas hukum Islam kepada
dirinya. Berdasarkan teori ini, secara sosilogis, orang yang memeluk Islam
akan menerima otoritas hukum Islam dan taat dalam menjalankan syariat
Islam. Namun ketaatan ini akan berbeda satu dengan lainnya, dan sangat
bergantung pada tingkat ketakwaan masing-masing.
Selain Gibb, Charles J. Adams, juga mengungkapkan bahwa hukum
Islam merupakan subjek terpenting dalam kajian Islam karena sifatnya
yang menyeluruh; meliputi semua bidang hidup dan kehidupan Muslim.
Berbeda degan cara mempelajari hukum-hukum lain, studi tentang hukum
Islam memerlukan pendekatan khusus, sebab yang termasuk bidang
hukum Islam itu bukan hanya apa yang disebut dengan istilah law dalam
hukum Eropa, tetapi juga termasuk masalah sosial lain di luar wilayah yang dikatakan law itu.
Dari gambaran di atas, terlihat bahwa hukum Islam tidak dapat
dilepaskan dari agama Islam dan tidak dapat dipisahkan dari masyarakat
Islam. Bahkan, sebagaimana dikatakan Gibb, hukum Islamlah yang telah
berhasil menjaga tetap utuhnya masyarakat Islam. Hukum Islam adalah
aparat yang paling utama bagi kehidupan masyarakat Islam, jika telah
menerima Islam sebagai agamanya, langsung mengakui dan menerima
otoritas serta kekuatan mengikat hukum Islam terhadap mereka.
Abdul Ghani Abdullah mengemukakan bahwa berlakunya hukum Islam di
Indonesia telah mendapat tempat konstitusional yang berdasar pada tiga alasan:
pertama, alasan filosofis, ajaran Islam rnerupakan pandangan hidup, cita moral
dan cita hukum mayoritas Muslim di Indonesia dan mempunyai peran penting
bagi terciptanya norma fundamental negara Pancasila. Kedua, alasan sosiologis.
Perkembangan sejarah masyarakat Islam Indonesia menunjukkan bahwa cita
hukum dan kesadaran hukum bersendikan ajaran Islam memiliki tingkat aktualitas
yang berkesinambungan. Dan ketiga, alasan yuridis yang tertuang dalam pasal 24,
25 dan 29 UUD 1945 memberi tempat bagi keberlakuan hukum Islam secara
yuridis formal. Di samping tingkatannya yang berupa undang-undang, juga
terdapat peraturan-peraturan lain yang berada di bawah undang-undang, antara
lain: A. PP No. 9/1975 tentang Petunjuk Pelaksanaan UU Hukum Perkawinan; B.
PP No. 28/1977 tentang Perwakafan Tanah Milik; C. PP No.72/1992 tentang
Penyelenggaraan Bank Berdasarkan Prinsip Bagi Hasil; D. Inpres No.1/ 1991
tentang Kompilasi Hukum Islam; E. Inpres No.4/2000 tentang Penanganan
Masalah Otonomi Khusus di NAD dan sekian banyak produk perundang-
undangan yang memuat materi hukum Islam, peristiwa paling fenomenal adalah
disahkannya UU No.7/1989 tentang Peradilan Agama. Betapa tidak, Peradilan
Agama sesungguhnya telah lama dikenal sejak masa penjajahan (Mahkamah
Syar’iyyah) hingga masa kemerdekaan, mulai Orde Lama hingga Orde Baru, baru
kurun waktu akhir 1980-an UUPA No.7/1980 dapat disahkan sebagai undang.

Jurnal : Nawawie, Hasyim. 2013. Hukum Islam Dalam Perspektif Sosial-Budaya
Di Era Reformasi. Jawa Timur: Epistemé, Volume. 8, Nomor. 1.

Selasa, 07 Mei 2019

Diary Etika #6

Yakkk,disini saya kembali menceritakan hari saya,waktu itu saya untungnya bangun lebih awal tidak seperti biasanya saya telat bangun pagi gara gara malamnya di game house dan pulang terlalu larut malam,waktu itu hari senin saya berangkat lebih pagi jam 7 pagi pas dari rumah karena mata kuliah etika di ganti hari senin jam 7.30 pagi ,sesampainya di kampus nampaknya pak grendi sudah di depan pintu kelas dan sedang membuka pintu kelas. Hari itu menjadi hari terakhir dalam mata kuliah etika,di kelas pak grendi langsung menyuruh kami untuk mempresentasikan tugas yang sudah dibagi kemarin yaitu kode etik seorang guru,banyak sekali pembahasan dari teman teman mengenai kode etik seorang guru namun saya bisa mengingat beberapa yang disampaikan teman teman hehehe ,dari presentasi temanteman tersebut saya jadi lebih mengerti kode etik menjadi seorang guru itu bagaimana dan bagaimana kita harus mengaplikasikan nya ke dalam harian setelah menjadi guru esok dan mudah mudah ilmu tersebut bisa menjadi panutan saya walaupun cita cita saya bukan menjadi seorang guru namun dari pertemuan tersebut semoga kedepannya saya bisa mengambil nilai nilai yang bisa diterapkan di harian saya .

Minggu, 28 April 2019

Diary Etika #5

Untuk hari rabu atau pertemuan kulaih etika kemarin dikatakan memang keteledoran saya dalam mengatur jam tidur,karena sudah saya alarm pun telinga saya tidak mendengar suara alarm terdebut,hingga saya tiba tiba bangun dan melihat jam dan ternyata sudah jam 9.30 saya mungkin menyesal karena tidak masuk kelas terbut karena kesempatan bolos di kuliah ini saya habiskan,mungkin hal tersebutlah yang bisa membuat saya mengerti mengatur jam tidur.
Di posisi itu saya tidak masuk kelas namun menyimak grup whatsapp yang ada dikelas ,ada salah satu seorang teman saya mengshare apa saja kuliah pada hari itu , nampaknya hari itu dijelaskan beberapa tugas untuk minggu depan dan ujian akhir semester etika bakalannya ngapain. Yahhh mungkin saya hanya bisa mendapat beberapa info tersebut sih jadi jika disuruh buat menceritakan ada apa di kuliah di hari tersebut mungkin saya tidak bisa menceritakan dengan panjang lebar ....

Diray Etika #4

Di hari rabu selanjutnya, aku berencana untuk pergi bersama teman SMA. Nah, sebenarnya aku masih ada uang sisa ketika kuliah , tapi aku tetap minta uang lagi karena untuk jaga-jaga hehehe. Sebenarnya kasian harus minta-minta uang pada ibu, tapi ya bagaimana lagi, jika tidak minta aku tidak punya setelah minta uang dengan rayuan kepada ibu, aku di beri uang lagi, tapi ya begitu, ibu sambil banyak menasehati, bahwa aku tidak boleh boros dengan uang dan dalam hatiku berbicara “Sebenarnya uang jajanku kemarin masih, Bu, tapi ini hanya untuk jaga-jaga saja kalau kurang.” Tapi aku tidak berani mengungkapkanya. Kemudian, teman-temanku datang ke rumah dan aku berpamit untuk pergi bersama teman-teman. Sesampainya di rumah setelah bermain bersama teman-teman, benar saja uang yang aku minta lagi itu masih utuh, lalu aku berikan lagi kepada ibu. Aku tidak tega jika bercerita tentang orangtua, apalagi ibu. Apalagi jika ibu serang tidak ada duit mungkin saya akan mencari uang ke sumber yg lain sihhh.

Diary Etika #3

Pagi menjelang siang, matahari pun mulai beranjak di atas kepala. Siang itu aku pergi ke kost teman saya , daerah Jalan kaliurang km 7. Di saat perjalanan pulang, ketika aku berhenti di lampu merah, melihat seorang gadis kecil yang sedang menawarkan koran, gadis itu terlihat sangat lelah dan menahan panasnya siang itu. Ketika lampu hijau menyala, aku berjalan akan tetapi lampu merah juga cepat menyala, aku berhenti lagi dan semakin dekat dengan gadis kecil penjual koran tersebut. Jujur saja, dalam hati kecil tidak tega melihat gadis itu berjualan koran di bawah teriknya matahari siang tadi. Seketika aku teringat keponakan di rumah yang mungkin seusia dengan gadis kecil penjual koran itu. Kemudian, tanpa berpikir panjang aku membeli koran tersebut yang mungkin saja nantinya akan tergeletak di meja kamar kost. Kemudian, sesampainya di kost, aku memberitahu hal tersebut kepada Ibu di rumah melalui pesan singkat whatsapp.

Selasa, 09 April 2019

Diary #2 Review Film “ Bad Genius ”


Diary #2 Review Film “ Bad Genius ”

Pada pertemuan kedua mata kuliah etika,di lihatkan film Bad Genius namun sangat disayangkan saya tidak masuk kelas dikarenakan terlambat bangun, namun disini saya dan teman teman di beri tugas oleh dosen yaitu mereview film Bad Genius dan diupload di blog,dan dibawah saya akan meriview film Bad Genius yang saya tonton di YouTube dan melihat di web browser.
Film ini di produksi di negara Thailand, Bad Genius merupakan film yang menceritakan tentang pelajar pintar yang menjadikan budaya mencontek sebagai ladang bisnis. Lynn (Chutimon Chuengcharoesukying) adalah seorang murid yang pintar. Ia memenangkan banyak kompetisi.  Ayahnya memindahkan Lynn ke sekolah yang paling bergensi di Bangkok. Tujuannya agar ia bisa kuliah ke luar negeri. Di sekolah baru ini, ia mendapatkan beasiswa berkat kepintarannya.
Awalnya Lynn keberatan untuk pindah sekolah karena sudah merasa nyaman dengan sekolah sebelumnya. Namun sejak bertemu Grace (Eisaya Hosuwan), Lynn bisa beradaptasi. Grace adalah siswa yang cantik tapi payah dalam pelajaran. Mengetahui Lynn anak yang pintar, Grace meminta tolong Lynn untuk mengajarinya karena akan ada ulangan Matematika. Saat ulangan berlangsung, Lynn merasa soal-soal tersebut telah ia pelajari bersama Grace tapi Grace tidak mengingatnya. Akhirnya Lynn membantu Grace dengan menuliskan jawaban di penghapus, meletakkannya di sepatu, lalu menukarkannya dengan Grace.
Berkat aksi ini, Grace mendapatkan nilai yang tinggi. Mengetahui hal itu Pat (Teeradon Supapunpinyo), pacar Grace, mempunyai ide untuk menjual kepintaran Lynn menjadi uang. Karena ia menyadari kalau ia membutuhkan untuk keperluan sekolah dan keluarganya, ia pun bersedia. Lynn mengajarkan kode-kode gerakan jari dari not piano kepada siswa-siswa yang membayarnya agar tidak ketahuan dalam melancarkan aksi mencontek.
Cerita mulai memanas ketika salah seorang siswa laki-laki bernama Bank (Chanon Santinatornkul) melaporkan seorang seorang siswa yang ia curigai mencontek kepada Lynn. Bank merupakan anak laki-laki pintar yang juga mendapatkan beasiswa seperti Lynn. Ia berasal dari keluarga yang miskin. Bank juga menjadi saingan Lynn untuk mendapatkan beasiswa ke Singapura. Karena laporan dan Bank ini, bisnis kursus piano (mencontek) pun terbongkar.
Puncak cerita dalam film ini adalah ketika, Lynn dan Bank mendapat tawaran dari Pat dan Grace untuk menjadi joki dalam ujian internasional SITC dengan memanfaatkan perbedaan waktu. Lynn dan Bank mengerjakan ujian di Sydney yang lebih dahulu beberapa jam dan mengirimkan kunci jawaban kepada teman-teman yang ada di Thailand. Dari misi ini mereka akan mendapatkan ratusan juta baht.

Aksi menconteknya memiliki teknik dan trik yang tak diduga contohnya saja dengan memakai kode dari gerakan jari not piano. Menurut saya, sutradaranya begitu cermat memperhatikan trik yang digunakan dan membuat suasana tegang dari aksi-aksi mencontek tersebut.
Secara keseluruhan film ini membuat saya penasaran di setiap aksi-aksi yang mereka lakukan. Alurnya pun tak diduga-duga. Komentar yang keluar dari mulut saya setelah menyelesaikan film ini adalah Pintar yaa tapi Bodoh sesuai sama judulnya wkwk.
Nilai moral yang terdapat dalam film ini adalah gunakan kepintaran ke arah yang lebih positif.

Jumat, 05 April 2019

Kurikulum berbasis Kompetensi

Kurikulum Berbasis Kompetensi
Implementasi pendidikan di sekolah mengacu pada seperangkat kurikulum. Salah satu bentuk invovasi yang dikembangkan pemerintah guna meningkatkan mutu pendidikan adalah melakukan inovasi di bidang kurikulum. Kurikulum 1994 disempurnakan lagi sebagai respon terhadap perubahan struktural dalam pemerintahan dari sentralistik menjadi disentralistik sebagai konsekuensi logis dilaksanakannya UU No. 22 dan 25 tentang otonomi daerah.
Pada era ini kurikulum yang dikembangkan diberi nama Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). KBK adalah seperangkat rencana dan pengaturan tentang kompetensi dan hasil belajar yang harus dicapai siswa, penilaian, kegiatan belajar mengajar, dan pemberdayaan sumber daya pendidikan dalam pengembangan kurikulum sekolah (Depdiknas, 2002). Kurikulum ini menitik beratkan pada pengembangan kemampuan melakukan (kompetensi) tugas-tugas dengan standar performasi tertentu, sehingga hasilnya dapat dirasakan oleh peserta didik, berupa penguasaan terhadap serangkat kompetensi tertentu. KBK diarahkan untuk mengembangkan pengetahuan, pemahaman, kemampuan, nilai, sikap dan minat peserta didik, agar dapat melakukan sesuatu dalam bentuk kemahiran, ketepatan dan keberhasilan dengan penuh tanggungjawab.
Harapan masyarakat terhadap kurikulum pendidikan di Indonesia, pada hakikatnya adalah adanya komunikasi dua arah yang memungkinkan kegiatan belajar mengajar menjadi interaktif dan menyenangkan, baik bagi siswa maupun bagi guru. Belajar menyenangkan itulah sebenarnya konsep pendidikan yang dapat membawa peserta didik (siswa) untuk menguasai kompetensi akademik, kompetensi sosial, dan kompetensi kepribadian. Harapan-harapan inilah yang seharusnya diakomodasi di dalam penyusunan kurikulum.
Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) yang hanya berlaku sampai tahun 2006 di sekolah-sekolah pada dasarnya adalah merupakan gagasan dari Kurikulum Berbasis Kemampuan Dasar (KBKD) yang memfokuskan pada wujud pertumbuhan dan perkembangan potensi peserta didik. KBK merupakan perangkat rencana dan pengaturan tentang kompetensi dan hasil belajar yang harus dicapai oleh siswa, penilaian, kegiatan belajar mengajar, dan pemberdayaan sumber daya pendidikan dalam pengembangan kurikulum sekolah.
Kurikulum Berbasis Kompetensi memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1.    Menekankan pada ketercapaian kompetensi siswa baik secara individual maupun klasikal.
2.    Berorientasi pada hasil belajar (learning outcomes) dan keberagaman.
3.    Penyampaian dalam pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode yang bervariasi.
4.    Sumber belajar bukan hanya guru, tetapi juga sumber belajar lainnya yang memenuhi unsur edukatif.
5.    Penilaian menekankan pada proses dan hasil belajar dalam upaya penguasaan atau pencapaian suatu kompetensi.
Berhubung kurikulum 2004 yang memfokuskan aspek kompetensi siswa, maka prinsip pembelajaran adalah berpusat pada siswa dan menggunakan pendekatan menyeluruh dan kemitraan, serta mengutamakan proses pembelajaran dengan pendekatan kontekstual (contextual teaching and learning atau CTL)
Dalam pelaksanaan kurikulum yang memegang peranan penting adalah guru. Guru diibaratkan manusia dibalik senjata kosong yang tidak berpeluru. Oleh karena itu, diperlukan kreativitas guru untuk mengisi senjata itu dan membidiknya dengan cermat dan tepat mengenai sasaran. Keberhasilan kurikulum lebih banyak ditentukan oleh kualitas dan kompetensi guru. Oleh karenanya, tidak berlebihan apabila dalam diskusi mengenai “Potret Pendidikan di Indonesia dan Peran Guru Swasta”, J. Drost (2002) menegaskan bahwa materi kurikulum, terutama untuk mata pelajaran dasar, di seluruh dunia pada dasarnya sama. Yang membedakannya adalah cara guru mengajar di depan kelas.
Inti dari KBK adalah terletak pada empat aspek utama, yaitu :
1)    kurikulum dan hasil belajar,
2)    pengelolaan kurikulum berbasis sekolah,
3)    kegiatan belajar mengajar, dan
4)    evaluasi dengan penilaian berbasis kelas.
Sumber :
http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/penelitian/dr-dwi-rahdiyanta-mpd/19-kurikulum-berbasis-kompetensi-kbk-pengertian-dan-konsep-kbk.pdf

Selasa, 02 April 2019

Diary Etika #1


Guru adalah sosok yang memberikan motivasi, mengarahkan, memotivasi, memperjuangkan, menenangkan.Sebagai orang tua yang mengamanahkan putra putrinya ke sekolah tak lain hanya ingin putra putrinya fasih terdidik. Menjadi guru adalah amanah idealisme dan panggilan jiwa bukan sekedar panggilan ijazah. Yang akan membawa kemana paradigma bangsa ini disandarkan, yang akan membawa manusia-manusia mengenal masa depannya. Guru tak ubahnya lentera dalam kegelapan akal. Dengan ilmu akan menjelaskan adab, dengan ilmu ia akan mengenalkan jiwa-jiwa pada penciptanya, dengan ilmu dia akan bersahabat dengan alam. Dengan ilmu ia akan menunjukan dua jalan baik dan buruk.Guru adalah kemuliaan gellar bagi seorang pendidik, seseorang yang memberikan pencerahan hidup.Guru adalah sosok intelektual bermoral, sosok intelektual yang berjiwa pengabdian, intelektualnya pendidikan dan intelektual masyarakat sesungguhnya. Guru adalah penentu anak bangsa, pemegang tombak sejarah kemenangan, dan pemegang tintaa emas peradaban ilmu.

Oke,disini saya akan bercerita tentang apa yang saya dapat tetntang mata kuliah etika.Dari mata kuliah inilah saya mendapatkan ilmu yang berbeda dari mata kuliah yang lain dimana mata kuliah ini mengajarkan saya tentang sifat sifat yang perlu diperhatikan setelah menjadi guru,dimulai ketika dosen saya yang bernama Ibu Endah dan Bapak Grendi yang meminta kami untuk berangkat jam 07.30 dan itu bisa diartikan bahwa kami sangat dituntut disiplin didalam mata kuliah ini karena menjadi seorang guru haruslah disiplin.
           
Dan yang kedua saya diajarkan bagaimana menjadi seorang guru dimasa mendatang,karena dirasa siswa yang akan datang akan lebih aktif dan kreatif dan sangat mengandalkan komunikasi dan internet sehingga pengetahuan siswa lebih jauh luas.

Dan perubahan mulai saya rasa dimana,saya mulai disiplin dalam hal bangun dan mulai berpenampilan seolah olah seperti guru karena untuk membangun karakter saya di masa yang akan datang.Seperti rambut yang mulai menggunakan pomade dan berpotong rapi dan memakai celana hitam bukan jeans,karena dirasa celana jeans tidak sopan ketika sudah menjadi guru.
Sedangkan nilai nilai yang lain,mungkin saya rasa bagaimanalah saya menjadi seorang calon guru yang aktif dan akrab dengan siswa karena dari akrab distiulah siswa menjadi aktif dan gampang berkomunikasi dengan kita.

Ilmu yang saya dapat di mata perkuliahan ini sangatlah penting bagi saya karena jika tidak ada mata kuliah ini mungkin saya tidak tahu harus bagaimana berpenampilan dan bersifat seorang guru.

Minggu, 20 Januari 2019

Cerita Perjalanan Kuliah Kerja Lapangan Suku Baduy & Kota Bandung




Cerita Perjalanan Kuliah Kerja Lapangan
Suku Baduy & Kota Bandung




Disini saya akan bercerita sewaktu saya dan teman teman Sosiologi2017 akan mengunjungi Suku Baduy  dan Pemerintah Kota Bandung dan saya akan bercerita sesuai dengan yang saya lakukan sewaktu ada disana.
Dimulai dari hari sebelum berangkat menujuke tujuan,saya dan teman teman seperti biasa mengepack barang barang individu untuk perjalanan dan dilokasi  yang dituju dan menyiapkan kebutuhan khusus seperti obat obatan dan lainlain.Setelah keesokan harinya atau hari pemberangkatan,saya dan teman teman berkumpul di depan halaman Rektorat UNY untuk menunggu bus yang kami sewa untuk menuju ketempat destinasi, namun anehnya kami menunggu sangat lama sekitar 1-2 jam’an,saya dan teman teman pun bertanya kepada panitia penyelenggara (wuidih panitia penyelenggara, kayak mauacara formal ajawkwk).
“Kapan bisnya dating nih,kok nunggu lama ngga dating dateng ???”Tanya saya kepadapanitia
“Iya,bentar lagi kok paling 10 menitan,kan bisnyadateng jam 09.00 dan kalian aku suruhkumpul jam 07.30 biar nggaada yang molor wkwk.”  Jawabpanitiatersebut
“Wahhh,Boongin kita yah kamu dasar …..”Jawabsaya
Setelah beberapa menit kemudian datanglah bis 2 dengan fasilitas yang sangat exclusive wkwk,saya dan teman teman pun dibagi menjadi dua, satu  untukkelas A dan satunya untuk kelas B, Setelah pembagian tersebut kami pun saling menempati bangku bis masing masing,Bis pun segera tancap gas untuk menuju ke destinasi. Beberapa teman teman saya langsung berkaraoke danbernyanyi karena sangat senangbisa KKL di akhir semester karena kami menganggap KKL sebagai holidaynya teman teman Sosiologi 2017 haha.
       Setelah berjam jam berkaraoke dan hari mulai larut malam,teman teman pun merasalelah dan mulai bosan dengan suasana perjalanan,mereka akhirnya ada yang tidur dan ada yang bermain gadget, termasuk saya hanya tidur saat di perjalanan karena saya mempunyai penyakit saatnaik bus hehe tau sendirikanyee ???. Untuk makan dan minum diperjalanan langsung saya skip saja,karena saat perjalanan dan mampir untuk makan itu tidak ada cerita menarik atau berfaedahbagi saya karena Cuma makan dan minum saja hehe…
        Setelahsampai di Hotel Kembang jam 21.00 WIB kami langsung drop out barangbarangkekamar hotel masingmasing dan membersihkan jiwa raga kami hehe,setelahitu pun kami diberi waktu untu bermain di Kota Bandung nan indah ini boskuuu,teman teman pun mulai berpisah dan berkelompok sesuai dengan gengnya masing masing dan berjalan jalan mengelilingi sekitar hotel sih menurut saya,berbeda dengan komplotan saya yang mempunyai ide untuk mendatangialun alun kota Bandung,kami pun langsung menyewa Go-Car dan langsung menuju ke alun alunkota Bandung,Setelah berjalan agak jauh dari posisi hotel melihat suasana kota Bandung nampaknya beda banget sama di jogja ,saya piker disana kotanya agak rapi untuk penyusunanbangunannya dan saya lihat banyak bangunan bangunan tua peninggalan penjajahan Belanda dan saya rasa udara disana jauh lebih dingin daripada kabupaten Sleman (maklum orang ndesowkwk ). Oke,setelahbeberapamenit kami pun tiba di alunalunkota Bandung jam 22.00,disana kami dimanja dengan pemandangan indah antara masjid dengan lapangan karpet hijau nuansa rumput (sepertirumput futsal ) dan letak antar masjid dengan bangunan tua yang ada di sekitarnya membuat suasana klasiknya dapat wkwkwk… Oke,disana saya langung saja berfoto foto dengan komplotan saya dan tak di duga ternyata ada teman teman sosiologi B yang dating ke alun alunjuga, kami pun langsung mengobrol dialun alun serambi menikmati pemandangan yang klasiknya dapet banget sih.Taksadar kami pun lupa waktu hingga larut pagi jam 02.30,kami pun langsung bergegas untuk kembali ke hotel untuk istirahat.
          Sesampainya dihotel jam 02.50 kami langsung istirahat,namun ada beberapa teman sayadan saya yang tidak bias tidur karena terkena insomnia,kami pun langung bermain game hingga jam 06.00 alhasil kami tidak tidur ,padahal pagi jam 08.00 ada diskusi dengan pemerintah kota Bandung dan kami memutuskan untuk tidak tidur dan efeknya pun terlihat saat diskusi denganpemerintah kota Bandung kami malah tertidur pulas hingga akhir diskusi namun kami mulai tertidur saat diskusi mulai memasuki pertengahan materi ,jangan ditanya materi masuk apa enggakya , adalah beberapa materi yang masuk di pikiran saya namun saya mengakali tersebut dengan merekam diskusi tersebut hehehehe….
         Setelah diskusi selesai kami pun diarahkan untuk memasuki bangunan yang didalamnyaterdapat miniatur yang menunjukan kota Bandung di masa depan dan masih banyak ornamenlainnya yang menunjukan bahwa perkembangan kota Bandung untuk mensejahterakan rakyatnya.Disana kami juga dijelaskan seperti apa kota Bandung untuk ke depannya.Setelah selesai kami langsung menuju FarmHouse yang berisi bangunan klasik yang di jadikan spot foto namun juga ada beberapa hewan yang diternakan disana,kami pun tidak menyia nyiakan momen tersebut dan langsung mencari spot foto yang bagus.Setelah mengunjungi FarmHouse kami melanjutkan ke Floating Market dan disana saya hanya duduk menikmati suasana sore dengan segelas kopi yang disuguhi danau yang lumayan besar.Setelah mengunjungi Floating Market kami langsung otw menuju suku baduy ,perjalanan memakana setengah hari dan setengah hai itupun kami habiskan tidur di bus karena sudah lelah.
            Keesokan harinya kami sampai di terminal Ciboleger , Terminal Ciboleger adalah tempat dimana transit bus karena perjalanan ke suku Baduy tidak bisa ditempuh dengan kendaraan.Pukul 09.00 kami sudah selesai dengan packing barang masing masing untuk bekal menuju ke Suku Baduy,Perjalanan pun dimulai jam 09.15 dengan ditemani tour guide dari sana .... kami pun berjalan hingga 4 kilometer dengan medan terjal.Setelah beberapa jam rombongan pun sampai di Suku Baduy Luar ,saya pun langsung istirahat disana dan memasukan barang barang saya ke rumah,namun sebelum itu saya meminta kepada CS Holiday untuk laki lakinya dijadikan satu rumah saja tidak dipisah pisah ,soalnya takut ada apa apa kalo digabungin sama yang cewe wkwkwkwk......
Sorenya,saya dan teman saya yang bernama Bagus langsung mandi namun kami kebingungan mandinya dimana dan orang kanekkes atau orang baduy nya bilang kalo mandinya di sungai ,pertama nya gua mikir mikir “ Serius mandi di sungai ? “  teman saya pun juga kaget tapi Orang kanekkes nya langsung mengajak kami atau menemani kami mandi di sungai .
Okey,disana kami tidak bermain Gadget sama sekali karena disana sinyal pun tidak ada dan disana kami hanya bercerita satu dengan yang lain atau bertukar cerita dengan orang orang Baduy Luar hingga larut malam , oiya satu hal yang membuat masakan di sana sungguh terasa lezat sekali ,karena asli dari alam dan dinikmati bersama sama dan suasana perdesaannya sangat terasa. Begitulah cerita dari saya mungkin kurang greget sih ya hehehe....