Diary
#2 Review Film “ Bad Genius ”
Pada
pertemuan kedua mata kuliah etika,di lihatkan film Bad Genius namun sangat
disayangkan saya tidak masuk kelas dikarenakan terlambat bangun, namun disini
saya dan teman teman di beri tugas oleh dosen yaitu mereview film Bad Genius
dan diupload di blog,dan dibawah saya akan meriview film Bad Genius yang saya
tonton di YouTube dan melihat di web browser.
Film ini di produksi di
negara Thailand, Bad Genius merupakan film yang
menceritakan tentang pelajar pintar yang menjadikan budaya mencontek sebagai
ladang bisnis. Lynn (Chutimon Chuengcharoesukying) adalah seorang murid yang
pintar. Ia memenangkan banyak kompetisi.
Ayahnya memindahkan Lynn ke sekolah yang paling bergensi di Bangkok.
Tujuannya agar ia bisa kuliah ke luar negeri. Di sekolah baru ini, ia
mendapatkan beasiswa berkat kepintarannya.
Awalnya Lynn keberatan
untuk pindah sekolah karena sudah merasa nyaman dengan sekolah sebelumnya.
Namun sejak bertemu Grace (Eisaya Hosuwan), Lynn bisa beradaptasi. Grace adalah
siswa yang cantik tapi payah dalam pelajaran. Mengetahui Lynn anak yang pintar,
Grace meminta tolong Lynn untuk mengajarinya karena akan ada ulangan
Matematika. Saat ulangan berlangsung, Lynn merasa soal-soal tersebut telah ia
pelajari bersama Grace tapi Grace tidak mengingatnya. Akhirnya Lynn membantu
Grace dengan menuliskan jawaban di penghapus, meletakkannya di sepatu, lalu
menukarkannya dengan Grace.
Berkat aksi ini, Grace
mendapatkan nilai yang tinggi. Mengetahui hal itu Pat (Teeradon Supapunpinyo),
pacar Grace, mempunyai ide untuk menjual kepintaran Lynn menjadi uang. Karena
ia menyadari kalau ia membutuhkan untuk keperluan sekolah dan keluarganya, ia
pun bersedia. Lynn mengajarkan kode-kode gerakan jari dari not piano kepada
siswa-siswa yang membayarnya agar tidak ketahuan dalam melancarkan aksi
mencontek.
Cerita mulai memanas
ketika salah seorang siswa laki-laki bernama Bank (Chanon Santinatornkul)
melaporkan seorang seorang siswa yang ia curigai mencontek kepada Lynn. Bank
merupakan anak laki-laki pintar yang juga mendapatkan beasiswa seperti Lynn. Ia
berasal dari keluarga yang miskin. Bank juga menjadi saingan Lynn untuk
mendapatkan beasiswa ke Singapura. Karena laporan dan Bank ini, bisnis kursus
piano (mencontek) pun terbongkar.
Puncak cerita dalam
film ini adalah ketika, Lynn dan Bank mendapat tawaran dari Pat dan Grace untuk
menjadi joki dalam ujian internasional SITC dengan memanfaatkan perbedaan
waktu. Lynn dan Bank mengerjakan ujian di Sydney yang lebih dahulu beberapa jam
dan mengirimkan kunci jawaban kepada teman-teman yang ada di Thailand. Dari
misi ini mereka akan mendapatkan ratusan juta baht.
Aksi menconteknya
memiliki teknik dan trik yang tak diduga contohnya saja dengan memakai kode
dari gerakan jari not piano. Menurut saya, sutradaranya begitu cermat
memperhatikan trik yang digunakan dan membuat suasana tegang dari aksi-aksi
mencontek tersebut.
Secara keseluruhan film
ini membuat saya penasaran di setiap aksi-aksi yang mereka lakukan. Alurnya pun
tak diduga-duga. Komentar yang keluar dari mulut saya setelah menyelesaikan
film ini adalah Pintar yaa tapi Bodoh sesuai sama judulnya wkwk.
Nilai moral yang
terdapat dalam film ini adalah gunakan kepintaran ke arah yang lebih positif.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar